burung terbang di angkasa

Hari Ini Milik Anda

Penenang Hati

Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukkannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang.

Umur kita, mungkin tinggal hari ini.

Maka, anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan mati hari ini juga.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita curahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan yang terbaik dari segi sholat kita, mengaji, berdzikir, memperbaiki akhlak, peduli kepada sekitar, menjaga kesehatan, dan peduli kepada sesama.

Jadikan setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiapa detiknya laksana ratusan bulan.

Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya dan persembahkanlah yang terindah untuk hari ini.

Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan kita setiap hari dengan penuh keridhoan.

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jika kita percaya pada diri sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, kita akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip : aku hanya akan hidup pada hari ini.

Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

“Hari ini milik anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

 

Sumber dari : La Tahzan (Dr. ‘Aidh al-Qarni)