hiasan manusia wanita berjilbab pink

10 Hiasan Manusia Dalam Kehidupan Yang Membuat Indah Hidupnya

Muhasabah dan Tafakur

Pernahkah kita memperhatikan indahnya mutiara? Sungguh indah bukan? Pastinya lebih indah dari perhiasan emas, hiasan manusia yang suka dipakai oleh para wanita.

Kehidupan ini pun akan indah bahkan bisa lebih indah dari emas ataupun mutiara jika kita bisa mengisinya dengan hal- hal yang bermanfaat.

Ada beberapa hal yang jika kita melakukannya, hidup ini akan terasa lebih indah dan bermanfaat.

Pertama, iringilah hidup ini dengan aktivitas membaca, pastikan apa yang kita baca adalah ilmu yang bermanfaat. Dengan membaca, kita semakin dekat kepada Allah dan menjadikan kita lebih bijak dalam menyikapi hidup ini. Pastikan setiap harinya ada ilmu baru yang kita dapat.

Kedua, adalah menghapal. Hiasilah hidup ini dengan menghapal al-Quran. Kenapa harus menghapal al-Quran? Karena dengan menghapalnya, banyak sekali manfaat yang akan kita dapat baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu manfaat di dunia adalah dengan dimudahkannya semua urusan kita. Dan di akhirat, al-Quran akan menjadi syafaat untuk para pembacanya. Insya Allah.

Ketiga adalah diskusi (musyawarah). Adakanlah musyawarah bersama orang-orang di sekitar kita ketika ada permasalahan yang perlu disikapi bersama. Karena dengan musyawarah, mufakat pun akan tercapai dan terhindar dari hal-hal yang membuat hati gelisah. Bukankah kebahagiaan itu terletak dari hati yang tenang?

Hiasan hidup yang keempat adalah menulis. Survei membuktikan bahwa di negara tecinta ini masih banyak orang yang belum tertarik dengan menulis. Padahal, banyak sekali manfaat yang didapat dari menulis. Beberapa manfaat menulis di antaranya adalah meredamkan emosi, melatih akal, dan membuat kita terlihat awet muda( berseri-seri). Dikutip dari perkataan Malik bin Dinar, Salafussholeh terdahulu mengatakan bahwasanya jika seseorang banyak menulis, maka akan terpancar dari wajahnya cahaya yang membuatnya terlihat berseri-seri (awet muda).

Hiasan hidup yang kelima adalah birrulwalidain (berbaki kepada orang tua). Orang tua adalah perantara adanya kita di dunia ini. Tanpa adanya mereka, kita pun tidak akan ada di dunia ini. Maka dari itu, wajib bagi kita untuk berbakti kepada mereka.

Allah berfiman: Allah SWT Berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. QS. Luqman [31]: 14-15.

Hiasan hidup yang keenam adalah puasa. Puasa sebagai perisai. Maksudnya adalah orang yang berpuasa akan dilindungi oleh puasanya dari gangguan musuhnya yaitu setan, atau menyelamatkan dari azab Allah dan melindunginya dari api neraka.
Hiasan hidup yang ketujuh adalah tilawah (membaca Al quran). Perbanyaklah membaca al-Quran karena dengan memperbanyak membaca al-Quran maka Allah akan memberikan keberkahan dalam kehidupan ini. Bukankah keberkahan yang kita cari dalam kehidupan ini? Jika iya, marilah kita memperbanyak membaca al-Quran.
Hiasan hidup yang kedelapan adalah melaksanakan salat tahajud. Salah satu keutamaan melaksanakan salat tahajud adalah memperoleh cinta Allah. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa orang yang selalu melaksanakan salat tahajud akan memperoleh cinta dari Allah SWT. Sebagaimana Beliau bersabda pada Abu Darda ra tentang keutamaan salat tahajud ini. “Mereka yang memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan kenyamanan tidur, niscaya akan mendapatkan cinta Allah SWT”
Hiasan hidup yang kesembilan adalah melaksanakan salat duha. Salah satu manfaat dari melaksanakan salat duha adalah dicukupkan Allah dalam kehidupannya. Sebagaimana terkutip dalam hadits yang diriwayatkan dari Nu’aim bin Hammar ra bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda,
Allah berfirman, ‘ wahai anak adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan ) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (Hr. Abu Dawud).

Hiasan hidup yang kesepuluh adalah menuntut ilmu. Barang siapa yang menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju surga. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda dalam Hadits panjang tentang menuntut ilmu yang artinya:

Akhir Kata …

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena rida dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud , at-Tirmidzi , Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Walllahu’alam

daaruttauhiid.org