tujuan puasa

Tujuan Puasa ialah Meningkatkan Takwa, Bagaimana Artinya ?

Ilmu Agama Islam

Target Tujuan Puasa Adalah Taqwa, inilah kisah yang membahas tentang hal tersebut.

Wah, puasa terus bisa cepet kaya dong !” 

“ Maksudnya ?” 

tanya Ahmad tak mengerti Rekan kerja Ahmad menghentikan makan siangnya sesaat. 

“ Kemarin kamu puasa hari Kamis. Hari ini, besok dan besoknya lagi kamu puasa pertengahan bulan. Terus hari Seninnya kamu puasa juga, itu artinya kamu bisa menghemat uang jajan selama lima hari, ga cepat kaya dari mana?” 

jawabnya sambil tersenyum dan kembali meneruskan makan siangnya. 

“ Amin!” 

jawab Ahmad prihatin Barangkali apa yang baru saja diucapkan rekan kerja Ahmad adalah sebatas seloroh saja, 

tapi bisa jadi memang begitu cara pandang dia terhadap orang yang rajin melakukan puasa sunah. 

Sangat disayangkan dan harus segera diluruskan. Masih saja, dan kenyataanya memang benar-benar ada orang-orang yang memandang segala sesuatu termasuk ibadah dari sudut pandang, kepentingan dan keuntungan duniawi saja. 

Sayang, jika ternyata ibadah-ibadah yang mereka kerjakan, baik wajib maupun sunnah orientasinya adalah hanya dunia semata. Pekerjaan dunia yang kita lakukan dengan mengharap keridhoan dan keberkahan dari Allah akan bernilai ibadah, sehingga bukan saja akan membawa hasil didunia tapi juga tabungan untuk akhirat. 

Tujuan Puasa adalah Mencari Target Taqwa

Taqwa adalah target utama disyari’atkannya Shaum seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqoroh ayat 183. 

Sebab itu, saat kita bicara soal Ramadhan dengan segala aktivitasnya, tema taqwa sangat relevan untuk kita bahas. 

Taqwa adalah karakter, sikap, perilaku dan kebiasaan. 

Taqwa adalah hasil, bukan proses 

Proses menuju taqwa, di antaranya adalah dengan menjalankan Ramadhan berdasarkan manajemen Rasul Saw. seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. 

Taqwa adalah buah dari keimanan yang mendalam, ilmu yang lurus, ibadah yang benar, harapan dan ketakutan mutlak kepada sang Pencipta, yakni Allah Ta’ala saat menjalankan kehidupan di dunia yang fana ini. 

Sebab itu, taqwa harus dapat dilihat pengaruh dan ciri-cirinya dalam kehidupan. 

Taqwa harus menjadi tema terpenting setelah iman dan ilmu. Karena iman dan ilmu yang tidak melahirkan taqwa tidak akan bermanfaat banyak dalam kehidupan dunia dan tidak pula di akhirat kelak. 

Saking pentingnya, dalam Al-Qur’an tedapat sekitar 158 ayat yang membahas taqwa dan juga puluhan hadits Rasul Saw. 

Di antara cakupan makna taqwa adalah takut, beribadah, meninggalkan maksiat, mengesakan dan ikhlas kepada Allah. Dari ayat dan hadits tersebut kita dapat mengetahui dengan mudah karakteristik muttaqin (orang-orang bertaqwa). 

Di antaranya seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqoroh ayat 3 – 5 dan 177 serta surat Ali Imran ayat 133 – 138. Dari ayat-ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa di antara

sifat muttaqin (orang-orang bertaqwa)

menjadikan al-qur’an sebagai petunjuk hidup. 

memahami konsep keimanan dengan benar. 

memiliki tanggung jawab sosial (berinfaq dalam keadaan lapang dan sempit). 

menegakkan sholat dan zakat (ahli ibadah). 

memiliki moralitas yang tinggi (menepati janji, mampu menahan marah). 

sabar menghadapi berbagai kesulitan hidup. 

mampu mengendalikan marah dan syahwat. 

memiliki sifat pema’af. 

banyak berzikir & istighfar (bertaubat) pada allah. 

selalu muhasabah diri terhadap pelaksanaan aturan allah dalam menata kehidupan di dunia ini.